Edukasi Gizi dan Pencegahan Anemia Melalui Program SIGITA Oleh Mahasiswa Gizi UAD di SMP Ma’arif Gamping oleh Mahasiswa Gizi UAD
Gamping, 1 Oktober 2026 – Anemia merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang sering terjadi hampir pada seluruh kelompok usia, terutama pada usia sekolah dan remaja. Kondisi ini merupakan keadaan dimana kadar hemoglobin dalam darah berada dibawah batas normal sehingga oksigen yang dihantarkan ke seluruh jaringan tubuh bekurang karena kemampuan kerja darah menurun. Beberapa faktor yang menyebabkan remaja menjadi kelompok usia yang rawan terkena anemia adalah asupan zat besi yang kurang cukup, pertumbuhan yang menyebabkan peningkatan kebutuhan zat gizi, menstruasi pada remaja putri serta pola makan yang kurang beragam.
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, pada kelompok usia 5-14 tahun prevalensi anemia berdasarkan hasil pemeriksaan hemoglobin di Indonesia mencapai 16,3% sedangkan kelompok usia 15- 24 tahun mencapai 15,5%. Keadaan pada kelompok usia ini masih memerlukan perhatian karena kelompok tersebut merupakan kelompok yang sedang dalam masa pertumbuhan serta sedang membutuhkan asupan yang optimal untuk mendukung pertumbuhan.
Anemia juga merupakan salah satu kondisi yang menjadi perhatian di wilayah kerja Puskesmas Gamping II, kegiatan skrining yang dilakukan pada siswi kelas 7A dan 7B SMP Ma’arif Gamping ditemukan 13 siswa dari 28 (46,4%) siswa mengalami anemia, 8 siswa mengalami anemia ringan dan 5 siswa mengalami anemia sedang. SMP Ma’arif Gamping merupakan salah satu sekolah yang berada di wilayah kerja Puskesmas Gamping II.
Sekolah merupakan lingkungan strategis dan memiliki peran penting untuk memberikan edukasi dan membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini. Salah satu Upaya yang dapat dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan kesadaran bahaya anemia dapat dilakukan dengan mengadakan penyuluhan. Mahasiswa gizi UAD yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan di Puskesmas Gamping II dan didukung oleh petugas Puskesmas Gamping II dan guru UKS SMP Ma’arif Gamping pada tanggal 1 oktober 2026 melaksanakan penyuluhan dengan sasaran siswa kelas 7A dan B SMP Ma’arif Gamping, kegiatan ini bertujuan untuk memberitahu bahwa remaja merupakan kelompok usia yang rentan terkena anemia karena remaja merupakan masa pertumbuhan dimana tubuh membutuhkan asupan zat gizi yang baik dan seimbang agar tidak berdampak pada pertumbuhan dan proses belajar. Kegiatan penyuluhan ini diberi nama SIGITA (Siswa berGizi Tanpa Anemia) yang berlangsung pukul 08.00–09.30 WIB. Kegiatan penyuluhan dirancang secara interaktif agar siswa tidak hanya mengetahui apa itu anemia, tetapi juga memahami cara mencegahnya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test, dilanjutkan dengan penyampaian materi dan diskusi interaktif. Siswa juga diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai anemia, makanan sumber zat besi, serta Tablet Tambah Darah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan minum TTD bersama, post-test, dan games kuis untuk memperkuat pemahaman siswa. Berdasarkan hasil evaluasi rata-rata pengetahuan siswa meningkat dari 7,38 menjadi 8,42 atau meningkat sebesar 1,04 point (14,12%) setelah mengikuti kegiatan SIGITA. Melalui SIGITA, siswa diharapkan semakin memahami bahwa pencegahan anemia bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi merupakan kebiasaan yang dapat dimulai dari diri sendiri.
Mari bersama-sama membangun generasi Gamping yang sehat, aktif, dan berprestasi melalui kebiasaan makan bergizi serta perilaku hidup sehat.
SIGITA — Siswa berGizi Tanpa Anemia!
Say No To 5L, Say Yes To SIGITA
(Editor: Muhammad Wildan Al-Farizi)


