Mahasiswa Gizi UAD Gelar Edukasi Anti Anemia di SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta
Yogyakarta, 25 September 2026 – Remaja merupakan kelompok usia yang berada pada masa pertumbuhan dan perkembangan pesat, terutama pada remaja putri yang mulai mengalami menstruasi. Pada periode ini, kebutuhan zat besi dan gizi lainnya perlu diperhatikan agar remaja tumbuh sehat, produktif, dan mampu belajar secara optimal. Sayangnya, anemia masih menjadi masalah gizi yang cukup sering dijumpai pada remaja, dan tidak sedikit remaja yang belum memahami penyebab serta dampaknya bagi kesehatan.
Kondisi tersebut tampak dari hasil skrining yang dilakukan oleh Puskesmas Wirobrajan di SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta, di mana beberapa siswa diketahui memiliki kadar hemoglobin (Hb) yang rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa masalah anemia pada remaja masih perlu mendapat perhatian serius, mengingat dampaknya terhadap konsentrasi belajar, produktivitas, dan tumbuh kembang remaja ke depannya.
Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, mahasiswa Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bekerja sama dengan Puskesmas Wirobrajan menyelenggarakan kegiatan edukasi pencegahan anemia pada remaja dalam program REKSA (Remaja Kuat Sehat Anti Anemia). Kegiatan ini diadakan pada Jumat, 25 September 2026, di ruangan kelas SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta, dengan melibatkan 13 siswi dan guru sebagai peserta edukasi
Dalam kegiatan ini, siswi diperkenalkan dengan pengertian anemia, penyebab, tanda-tanda yang perlu diwaspadai, serta pentingnya konsumsi makanan sumber zat besi seperti daging, hati, telur, kacang-kacangan, dan sayuran hijau yang dipadukan dengan sumber vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi. Untuk mengukur tingkat pengetahuan siswi, kegiatan dimulai dengan pre-test dan diakhiri dengan post-test.
Siswi juga menerima leaflet mengenai anemia sebagai bahan bacaan di rumah, serta hadiah bagi siswi dengan nilai tertinggi dan siswi yang aktif menjawab pertanyaan. Pada kesempatan yang sama, Puskesmas Wirobrajan juga menyerahkan tablet tambah darah kepada pihak sekolah untuk mendukung keberlanjutan pemberian suplementasi bagi remaja.
Menurut tim pelaksana, edukasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan anemia, mendorong kebiasaan makan bergizi seimbang, serta memotivasi remaja putri untuk rutin mengonsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran. Harapannya, setelah kegiatan ini, remaja lebih sadar akan pentingnya menjaga kadar zat besi dalam tubuh sehingga mampu tumbuh sehat, semangat belajar, dan siap menjadi generasi produktif di masa depan.
editor:Muhammad Wildan Al-Farizi


