Prodi Gizi UAD Gelar Kuliah Pembekalan dan Apersepsi Praktik Asuhan Gizi Komunitas 2026
YOGYAKARTA – Guna mematangkan kesiapan mahasiswa sebelum melaksanakan praktik di lapangan, Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Kuliah Pembekalan dan Apersepsi Praktik Asuhan Gizi Komunitas Tahun 2026”. Acara yang berlangsung secara intensif selama dua hari ini dilaksanakan pada Senin hingga Selasa, 7–8 September 2026, bertempat di Auditorium Kampus 3 UAD.
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh total 158 peserta. Rincian peserta terdiri dari 117 mahasiswa yang akan diterjunkan ke lapangan, yakni 41 mahasiswa untuk wilayah Kota Yogyakarta dan 76 mahasiswa untuk wilayah Kabupaten Sleman. Kehadiran mahasiswa ini turut didampingi langsung oleh 41 tenaga ahli gizi dari Puskesmas lahan praktik, yang terdiri dari 18 ahli gizi asal Kota Yogyakarta dan 23 ahli gizi asal Kabupaten Sleman.
Untuk memberikan wawasan dan sinkronisasi standar penanganan gizi di lapangan, acara ini menghadirkan empat narasumber pakar yang merupakan praktisi langsung dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas terkait. Dari wilayah Kota Yogyakarta, hadir Nurulita Septiana, S.Gz. (Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi/Kesga Dinkes Kota) beserta Zukhruf Faridho, S.Gz. (Ahli Gizi Puskesmas Umbulharjo 2). Sementara dari wilayah Kabupaten Sleman, materi dibawakan oleh Yusuf Rendy, S.Gz. (Tim Kerja Gizi dan KIA, Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman) dan Esti Wahyuni, S.Tr.Gz. (Ahli Gizi Puskesmas Ngaglik 1).
Kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk menjembatani teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan realita pelayanan kesehatan primer, serta memastikan kesiapan teknis dan etika mahasiswa. Ruang lingkup kegiatannya difokuskan pada pemaparan kebijakan program gizi daerah saat ini (seperti intervensi stunting dan gizi ibu-anak), serta penyamaan persepsi (apersepsi) terkait standar alur kerja antara pihak kampus, mahasiswa, dan ahli gizi Puskesmas yang akan menjadi pembimbing lapangan.
Dalam implementasinya, alur kegiatan berjalan sangat interaktif. Sesi pertama diisi dengan pemaparan makro dari perwakilan Dinas Kesehatan terkait regulasi, profil masalah gizi di masing-masing wilayah, serta target program kesehatan komunitas di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.
Setelah mahasiswa memahami konteks kewilayahan, sesi dilanjutkan dengan sharing best practice dan apersepsi operasional dari ahli gizi Puskesmas Umbulharjo 2 dan Puskesmas Ngaglik 1. Sesi ini membedah tata tertib, standar operasional prosedur (SOP) asuhan gizi komunitas, hingga simulasi penanganan kasus nyata yang kerap ditemui di Puskesmas. Diskusi dan tanya jawab berlangsung hangat, mempertemukan antusiasme mahasiswa dengan pengalaman lapangan para ahli gizi.
Melalui sinergi lintas institusi dalam kegiatan Kuliah Pembekalan dan Apersepsi ini, Program Studi Gizi UAD berharap mahasiswa tidak hanya membawa bekal teori yang matang, tetapi juga memiliki adaptabilitas, profesionalitas kerja, serta sikap kolaboratif saat terjun memberikan asuhan gizi bagi masyarakat di wilayah Kota Yogyakarta maupun Kabupaten Sleman.
editor:Muhammad Wildan Al-Farizi


