Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Orang Tua untuk Dukung Pencegahan Stunting di Turi
Sleman, 23 September 2026 — Mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan kegiatan edukasi gizi bertajuk ORTU SIGAP (Orang Tua Siap Gizi untuk Anak Preventif) di Aula Puskesmas Turi, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini ditujukan kepada orang tua/wali murid PAUD Kasuari sebagai salah satu upaya mendukung pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi anak usia dini.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan melihat kondisi prevalensi stunting di wilayah kerja Puskesmas Turi yang masih berada di atas target selama periode 2023–2025. Berdasarkan data surveilans Puskesmas Turi, capaian prevalensi stunting tercatat sebesar 5,92% pada 2023, meningkat menjadi 6,61% pada 2024, kemudian menurun menjadi 5,90% pada 2025. Meskipun mengalami penurunan pada 2025, capaian tersebut masih berada di atas target yang ditetapkan. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan upaya pencegahan stunting, salah satunya melalui edukasi kepada orang tua mengenai pemenuhan gizi anak.
Kegiatan diikuti oleh 16 orang tua/wali murid PAUD Kasuari. Edukasi diawali dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta sebelum pemberian materi. Selanjutnya, mahasiswa Gizi UAD Aulia Ramadhani menyampaikan materi menggunakan media PowerPoint mengenai pentingnya gizi pada masa golden age, penerapan gizi seimbang melalui Isi Piringku, pemenuhan sumber protein, penanganan picky eater, pola asuh makan, serta peran orang tua dalam membentuk kebiasaan makan sehat pada anak.
Materi tersebut juga menekankan pentingnya pemantauan pertumbuhan anak secara rutin. Penyampaian materi berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab. Para orang tua terlihat antusias dan aktif mengajukan pertanyaan, terutama terkait kebiasaan makan anak, anak yang sulit makan, serta cara menerapkan pola makan bergizi seimbang dalam kehidupan seharihari. Sesi ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendiskusikan permasalahan makan yang mereka hadapi secara langsung.
Setelah penyampaian materi dan sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan post-test untuk mengetahui perubahan pengetahuan peserta setelah mendapatkan edukasi. Hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dibandingkan hasil pre-test. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi ini membantu meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pemenuhan gizi dan kebiasaan makan sehat pada anak.
Melalui kegiatan ORTU SIGAP, orang tua/wali murid diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pemberian makan sehari-hari, mulai dari menyediakan makanan yang beragam dan bergizi, memenuhi kebutuhan protein, menghadapi picky eater dengan tepat, hingga menjadi contoh dalam membentuk kebiasaan makan sehat anak, sehingga dapat mendukung upaya pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Turi.


